Contoh soal gerak harmonik sederhana (GHS) dan pembahasannya
Contoh-contoh soal di bawah ini bisa dipakai sebagai bahan belajar oleh siswa menengah atas atau mahasiswa yang sedang mempelajari materi fisika gerak harmonik sederhana (GHS). Saran penulis pelajari terlebih dahulu soal pondasi dasar dalam materi gerak harmonik sederhana yang saya jabarkan dalam contoh soal nomor 1. Pelajarilah dengan baik soal nomor 1 di bawah ini, dan ketika anda sudah bisa memahaminya, anda kemungkinan tidak akan kesulitan ketika harus menyelesaikan soal-soal mengenai gerak harmonik sederhana. Selamat mempelajari.
1. Sebuah benda bermassa 200 gram tergantung pada sebuah pegas dan bergetar mengikuti gerak harmonik sederhana dengan persamaan y=2sin(20πt+32π) cm. Tentukan :
a. Besar amplitudo, frekuensi, perioda, dan sudut fase awal;
b. Besar simpangan saat detik ke 2;
c. Besar kecepatan getar saat detik ke 2;
d. Besar kecepatan getar saat simpangan y = 1 cm;
e. Besar percepatan saat detik ke 2;
f. Besar percepatan saat simpangan y = 1 cm;
g. Besar kecepatan maksimum;
h. Besar percepatan maksimum;
i. Besar gaya saat simpangan 1 cm;
j. Besar energi kinetik dan energi potensial saat simpangan 1 cm;
k. Besar energi mekanik;
l. Besar simpangan saat EK = 2 EP.
Jawab
a. Menentukan besar amplitudo, frekuensi, perioda, dan sudut fase awal
Untuk menjawab soal ini kita harus melihat bentuk persamaan umum gerak haronik sedehana yaitu
y=Asin(ωt±θ0)
Besar amplitudo bisa dilihat dari nilai A dari persamaan yang berarti nilai amplitudo getaran yaitu 2 cm.
Besar frekuensi bisa diambil dari nilai ω, pada persamaan gerak harmonik nilai ω=20π maka besar frekuensi bisa kita tentukan sebagai berikut
ω=2πf=20π
Maka nilai frekuensi getaran adalah f = 10 Hz
Besar perioda T=1f=110=0,1 detik
Besar sudut fase awal bisa diambil dari nilai θ0=32π=2700
b. Menentukan besar simpangan saat detik ke 2
Menentukan besar simpangan kita tinggal masukan nilai waktu pada persamaan gerak harmonik sederhana sebagai berikut
y=2sin(20πt+32π)
y=2sin(20π2+32π)
y=2sin(32π)
Besar simpangan pada detik ke 2 adalah y = 2 sin (2700) = -2 cm
c. Menentukan besar kecepatan getar pada detik ke 2
Menentukan besar kecepatan getar pada waktu tertentu bisa menggunakan persamaan kecepatan getar sebagai berikut
v=Aωcos(ωt+θ0)
v=2(20π)cos(20π(2)+32π)
v=2(20π)cos(32π)
v=40πcos(2700)
Besar kecepatan getar saat detik ke 2 adalah v = 0 m/s
d. Menentukan besar kecepatan getar saat simpangan getar 1 cm
Menentukan besar kecepatan getar saat besar simpangan bernilai tertentu bisa menggunakan persamaan sebagai berikut
v=ω√A2−y2
v=20π√22−12
v=20π√3 cm/s
v=0,2π√3 m/s
e. Menentukan besar percepatan saat detik ke 2
Menentukan besar percepatan saat detik tertentu bisa menggunakan persamaan sebagai berikut
a=−Aω2sin(ωt+θ0)
a=−2(20π)2sin(20πt+32π)
a=−2(400)π2sin(2700)
Dengan menganggap π2≈10 besar percepatan saat detik ke 2 adalah a = 8000 (cm/s2) atau a = 80 (m/s2)
f. Menentukan besar percepatan saat posisi simpangan 1 cm
Menentukan besar percepatan saat berada pada simpangan tertentu bisa menggunakan persamaan berikut
a=−ω2y
a=−(20π)2(1)=−400π2
Dengan menganggap π2≈10 besar percepatan saat besar simpangan 1 cm adalah a = - 4000 (cm/s2) atau a = - 40 (m/s2)
g. Menentukan besar kecepatan maksimum
Rumus untuk menentukan kecepatan maksimum tertulis pada persamaan di bawah ini
vmaks=ωA
vmaks=20π(2)=40π cm/s=0,4π m/s
h. Menentukan besar percepatan maksimum
Rumus untuk menentukan percepatan maksimum tertulis pada persamaan di bawah ini
amaks=−ω2A
amaks=−(20π)22=8000 cm/s2
Dengan menganggap π2≈10 besar percepatan maksimum adalah a = 8000 (cm/s2) atau a = 80 (m/s2)
i. Menentukan besar gaya saat simpangan 1 cm
Rumus gaya adalah rumus yang terkenal dalam pelajaran fisika yaitu F=ma . Pada pengerjaan soal sebelumnya telah diketahui besar percepatan saat simpangan y = 1 cm sehingga kita bisa langsung menghitung besar gaya sebagai berikut
F = 0,2 x 40 = 8 N
Maka besar gaya saat simpangan 1 cm adalah 8 N
j. Menentukan besar energi kinetik dan energi potensial saat simpangan 1 cm
Sebelum menentukan besar energi kinetik dan energi potensial kita harus menentukan dulu besar konstanta pegas yang dipakai untuk menggetarkan beban
K=mω2
K = 0,2 x 4000 = 800 N/m
Kemudian kita bisa menentukan besar energi kinetik dengan menggunakan persamaan sebagai berikut
EK=12mv2
EK=120,2(0,2π√3)2
EK = 0,12 J
Selanjunya kita bisa menentukan besar energi kinetik dengan menggunakan persamaan
EP=12Ky2
EP=12800(1100)2
EP = 0,04 J
k. Menentukan besar energi mekanik
Energi mekanik adalah jumlah energi kinetik dengan energi potensial di saat tertentu
EM = EP + EK
atau bisa juga menggunakan rumus Em=12kA2
Besar energi mekaniknya adalah Em = 0,16 J
l. Menentukan besar simpangan saat EK = 2EP
EM = EP + EK
Kita subtitusikan nilai EK = 2EP pada persamaan di atas
EM = 3EP
Kemudian kita subtitusikan rumus energi mekanik dan energi potensial pada persamaan di atas
12KA2=312Ky2
Besar simpangan saat EK = 2EP adalah y=23√3 cm
Catatan Teori Fisika Dasar dengan Kumpulan Contoh Soal Fisika dan Pembahasanya
Monday, September 11, 2017
Thursday, September 7, 2017
The Reasons Why Ideal Gas Always Use Kelvin Temperature
when we are studying about the ideal gas, the unit of temperature should use a unit kelvin whereas the unit of temperature can be in celcius or in farenheit. in this article we will discuss the reasons why the temperature of the unit gas should be in kelvin.
Determining the units physics in the kinetic theory of gas, temperature should be stated in kelvin. Based on Gay-Lussac experiments that the coefficient expansion of any gas is always 1/273 0C-1. Here are the mathematical derivations and mathematical descriptions of the ideal gas equations in the fixed pressure. Derivations starts from Volume gas expansion equation.
V=Vi(1+γΔt)
Vi = Initial volume
Δt = Temperature difference
γ=12730C−1 is coefficient expansion of any gas
V=Vi(1+1273Δt)
we change the equation to be
V=Vi273(273+(t−ti))
The initial temperature ti is zero 00C the equation becomes
V=Vi273(273+t)
we can change (373 + t) = T this is why the ideal gas temperature should be in kelvin
V=Vi273T
VT=Vi273
we find the Gay-Lussac equation for constant temperature
VT=C
V1T1=V2T2
Determining the units physics in the kinetic theory of gas, temperature should be stated in kelvin. Based on Gay-Lussac experiments that the coefficient expansion of any gas is always 1/273 0C-1. Here are the mathematical derivations and mathematical descriptions of the ideal gas equations in the fixed pressure. Derivations starts from Volume gas expansion equation.
V=Vi(1+γΔt)
Vi = Initial volume
Δt = Temperature difference
γ=12730C−1 is coefficient expansion of any gas
V=Vi(1+1273Δt)
we change the equation to be
V=Vi273(273+(t−ti))
The initial temperature ti is zero 00C the equation becomes
V=Vi273(273+t)
we can change (373 + t) = T this is why the ideal gas temperature should be in kelvin
V=Vi273T
VT=Vi273
we find the Gay-Lussac equation for constant temperature
VT=C
V1T1=V2T2
Contoh Soal Pembiasan Cahaya dan Pembahasannya
Berikut di bawah ini adalah kumpulan soal pembiasan cahaya dan pembahasanya yang bisa dipelajari sebagai bahan belajar atau memperdalam materi. Pada kumpulan soal di bawah ini akan banyak digunakan hukum Snellius pada peristiwa pembiasan.
Hukum Snellius
n1 sin i = n2 sin r
n1 = indeks bias medium pertama
n2 = indeks bias medium kedua
i = sudut sinar datang
r = sudut bias
Kemudian sebagai konsekuensi dari definisi indeks bias yang merupakan perbandingan antara laju cahaya di dalam vakum dan laju cahaya di dalam medium, kemudian besar frekuensi cahaya di medium apapun besarnya tetap , maka hukum Snellius bisa dikembangkan menjadi
n2n1=sinisinr=v1v2=λ1λ2
Persamaan ini juga akan banyak dipakai untuk menjawab soal-soal tentang pembiasan cahaya
Contoh-contoh Soal Pembiasan Cahaya
1. Cahaya dalam medium udara memiliki besar kecepatan 3 x 108 m/s indeks bias udara adalah 1. Cahaya tersebut diarahkan ke dalam air dari udara dengan sudut datang 600 Besar indeks bias air 4/3. Tentukan :
a. Besar kecepatan cahaya dalam air;
b. Besar sudut bias dalam air;
c. Besar panjang gelombang dalam air, jika diketahui panjang gelombang di udara 5 x 10-7 m !
Jawab
a. Menentukan kecepatan cahaya dalam air
v2v1=n2n1
v2=n1n2v1=1433×108
v2=94×108
v2=2,25×108 m/s
b. Menentukan besar sudut bias dalam air
sinrsini=n1n2
sinr=143sin60=3412√3
sinr=38√3
besar sudut bias r = 40,50
c. Menentukan besar panjang gelombang cahaya dalam air
λ2λ1=n1n2
λ2=n1n2λ1=34×10−7
λ2=3,75×10−7 m
2. Berkas cahaya yang berasal dari air dipancarkan ke udara dengan sudut datang tertentu. Tentukan :
a. Besar sudut kritis;
b. Besar sudut bias jika sudut datang 300;
c. Besar sudut bias jika sudut datang 600 !
Jawab
a. Menentukan besar sudut kritis
Sebelum menghitung besar sudut kritis kita akan bahas dulu apa yang dimaksud dengan sudut kritis. Pada peristiwa pembiasan bisa dipastikan jika cahaya berasal dari medium renggang masuk ke medium yang lebih padat maka akan terjadi pembiasan. Lain halnya apabila berkas cahaya berasal dari medium rapat masuk menuju medium renggang akan terdapat istilah sudut kritis yang merupakan sudut batas jika besar sudut datang cahaya berasal dari medium rapat ke medium renggang sudut datangnya lebih kecil dari sudut kritis maka akan terjadi peristiwa pembiasan sudut bias bisa ditentukan dengan hukum Snellius, tetapi apabila sudut datang lebih besar dari sudut kritis akan terjadi peristiwa pemantulan cahaya dari medium rapat akan memantul kembali ke medium rapat.
Rumus sudut kritis siniK=nrenggangnrapat
siniK=143=34
ik=sin−1(34)=48,60
Besar sudut kritisnya 48,60 sudut ini merupakan batas jika sudut datang lebih kecil dari sudut kritis maka akan terjadi pembiasan tetapi jika sudut datang lebih besar dari sudut kritis maka akan terjadi pemantulan.
b. Menentukan besar sudut bias jika sudut datang 300
sinr2sinr1=n1n2
sinr2=n1n2sin300
sinr2=(4/3)1sin300
sinr2=4312=23
r2=sin−1(23)=41,80
Besar sudut bias 41,80
c. Mementikan besar sudut bias jika sudut datang 600
sudut datang 600 telah melebihi sudut kritis. Jika sinar yang berasal dari air ke udara dengan sudut datang 600 peristiwa pembiasan tidak akan terjadi berkas sinar dari air akan kembali dipantulkan ke air ketika mencapai bidang batas antara air dan udara.
3. Seorang pemancing ikan sedang berada di atas perahu, tepat berada di bawahnya dia melihat ikan yang terlihat oleh seorang pemancing berada sekitar 2 meter di bawah permukaan air. Jarak keberadaan ikan di ukur dari permukaan air sebenarnya adalah ?
Jawab
Peristiwa ini disebut dengan peristiwa kedalaman semu yaitu, sebagai contoh kita akan melihat dasar permukaan sebuah kolam akan terlihat lebih dangkal dengan keadaan sebenarnya. Untuk menjawab soal ini kita bisa gunakan rumus kedalaman semu seperti tertulis di bawah ini dengan kejadian khusus seorang pengamat melihat objek secara tegak lurus terhadap permukaan medium.
h′h=n2n1
n1 = indeks bias tempat benda berada
h' = kedalaman semu
h = kedalaman sebenarnya
Kita bisa hitung seperti tertulis pada persamaan di bawah ini
h=n1n2h′=(4/3)12=2,67 m
Jadi jarak sebenarnya ikan diukur dari permukaan air adalah h = 2,67 m
Hukum Snellius
n1 sin i = n2 sin r
n1 = indeks bias medium pertama
n2 = indeks bias medium kedua
i = sudut sinar datang
r = sudut bias
Kemudian sebagai konsekuensi dari definisi indeks bias yang merupakan perbandingan antara laju cahaya di dalam vakum dan laju cahaya di dalam medium, kemudian besar frekuensi cahaya di medium apapun besarnya tetap , maka hukum Snellius bisa dikembangkan menjadi
n2n1=sinisinr=v1v2=λ1λ2
Persamaan ini juga akan banyak dipakai untuk menjawab soal-soal tentang pembiasan cahaya
Contoh-contoh Soal Pembiasan Cahaya
1. Cahaya dalam medium udara memiliki besar kecepatan 3 x 108 m/s indeks bias udara adalah 1. Cahaya tersebut diarahkan ke dalam air dari udara dengan sudut datang 600 Besar indeks bias air 4/3. Tentukan :
a. Besar kecepatan cahaya dalam air;
b. Besar sudut bias dalam air;
c. Besar panjang gelombang dalam air, jika diketahui panjang gelombang di udara 5 x 10-7 m !
Jawab
a. Menentukan kecepatan cahaya dalam air
v2v1=n2n1
v2=n1n2v1=1433×108
v2=94×108
v2=2,25×108 m/s
b. Menentukan besar sudut bias dalam air
sinrsini=n1n2
sinr=143sin60=3412√3
sinr=38√3
besar sudut bias r = 40,50
c. Menentukan besar panjang gelombang cahaya dalam air
λ2λ1=n1n2
λ2=n1n2λ1=34×10−7
λ2=3,75×10−7 m
2. Berkas cahaya yang berasal dari air dipancarkan ke udara dengan sudut datang tertentu. Tentukan :
a. Besar sudut kritis;
b. Besar sudut bias jika sudut datang 300;
c. Besar sudut bias jika sudut datang 600 !
Jawab
a. Menentukan besar sudut kritis
Sebelum menghitung besar sudut kritis kita akan bahas dulu apa yang dimaksud dengan sudut kritis. Pada peristiwa pembiasan bisa dipastikan jika cahaya berasal dari medium renggang masuk ke medium yang lebih padat maka akan terjadi pembiasan. Lain halnya apabila berkas cahaya berasal dari medium rapat masuk menuju medium renggang akan terdapat istilah sudut kritis yang merupakan sudut batas jika besar sudut datang cahaya berasal dari medium rapat ke medium renggang sudut datangnya lebih kecil dari sudut kritis maka akan terjadi peristiwa pembiasan sudut bias bisa ditentukan dengan hukum Snellius, tetapi apabila sudut datang lebih besar dari sudut kritis akan terjadi peristiwa pemantulan cahaya dari medium rapat akan memantul kembali ke medium rapat.
Rumus sudut kritis siniK=nrenggangnrapat
siniK=143=34
ik=sin−1(34)=48,60
Besar sudut kritisnya 48,60 sudut ini merupakan batas jika sudut datang lebih kecil dari sudut kritis maka akan terjadi pembiasan tetapi jika sudut datang lebih besar dari sudut kritis maka akan terjadi pemantulan.
b. Menentukan besar sudut bias jika sudut datang 300
sinr2sinr1=n1n2
sinr2=n1n2sin300
sinr2=(4/3)1sin300
sinr2=4312=23
r2=sin−1(23)=41,80
Besar sudut bias 41,80
c. Mementikan besar sudut bias jika sudut datang 600
sudut datang 600 telah melebihi sudut kritis. Jika sinar yang berasal dari air ke udara dengan sudut datang 600 peristiwa pembiasan tidak akan terjadi berkas sinar dari air akan kembali dipantulkan ke air ketika mencapai bidang batas antara air dan udara.
3. Seorang pemancing ikan sedang berada di atas perahu, tepat berada di bawahnya dia melihat ikan yang terlihat oleh seorang pemancing berada sekitar 2 meter di bawah permukaan air. Jarak keberadaan ikan di ukur dari permukaan air sebenarnya adalah ?
Jawab
Peristiwa ini disebut dengan peristiwa kedalaman semu yaitu, sebagai contoh kita akan melihat dasar permukaan sebuah kolam akan terlihat lebih dangkal dengan keadaan sebenarnya. Untuk menjawab soal ini kita bisa gunakan rumus kedalaman semu seperti tertulis di bawah ini dengan kejadian khusus seorang pengamat melihat objek secara tegak lurus terhadap permukaan medium.
h′h=n2n1
n1 = indeks bias tempat benda berada
h' = kedalaman semu
h = kedalaman sebenarnya
Kita bisa hitung seperti tertulis pada persamaan di bawah ini
h=n1n2h′=(4/3)12=2,67 m
Jadi jarak sebenarnya ikan diukur dari permukaan air adalah h = 2,67 m
Subscribe to:
Posts (Atom)